Bersahabat Hingga ke Surga

Assalamu’alaikum sahabat, apa kabar?.
Semoga Allah anugerahi kita hidup yang baarakah, kian bertambah dekat dengan Rabb kita, kian bertambah cinta kita padanya, baik saat susah atau berlimpah. Dari hati, sering ketika tangan ini menengadah terlantunkan do’a:

Ya Rabb mudahkanlah untukku, bertemu dan bersahabat dengan hamba-hambaMu yang shalih, yang mencintaiMu.

Dan sungguh, betapa tak berbilang rasa syukur dalam hati ini, ketika Allah takdirkan diri ini bertemu, mengenal dan berbagi bersama sahabat semua di sini. Alhamdulillaah, karena sahabat adalah hamba Allah terpilih yang Allah kirimkan, terimakasih atas persahabatan ini.

Bertemu denganmu adalah anugerah
Bersahabat dan bersamamu begitu indah
Semoga kebersamaan ini kekal hingga di keabadian jannah


Sahabat, kita selalu butuh untuk bersama dan bersahabat di jalan Allah. Kebersamaan dan persahabatan dalam kebaikan insyaaAllah akan menghantarkan kita menyelesaikan hidup di dunia dengan kebaikan. Dalam kebersamaan ini tak ada yang sempurna, sehingga setiap kita dianjurkan berlomba berusaha untuk menjadi sahabat yang shalih bagi yang lainnya. Dan memiliki sahabat yang baik lagi shalih adalah kenikmatan yang tiada bandingnya.

Tentang teman shalih itu, Abu Darda pernah mengatakan, “Teman yang shalih itu lebih baik dari kesendirian. Dan kesendirian itu lebih baik dari pada mendapat teman yang buruk. Ia yang mengajak pada kebaikan lebih baik daripada yang diam. Tetapi Ia yang diam lebih baik daripada yang mengajak pada keburukan.”

Dan sepenggal kisah ini semoga kian menghentakkan yakin dan meneguhkan cita, agar kita terus berikhtiyar untuk bersahabat hingga ke surga. Satu dari sahabat terbaik Rasulullah saw, Ali Bin Abi Thalib RA menggambarkan kisah tentang persahabatan dua mukmin kelak ketika di akhirat.

“Ada dua mukmin yang bersahabat dan berteman akrab. Seorang diantara keduanya meninggal lebih dahulu dan ia mendapat kabar gembira dengan surga. Ketika itu ia mengingat sahabat akrabnya di dunia lalu ia berdo’a:

“Ya Allah, sungguh ia adalah sahabat akrabku,
Ia yang mengajakku taat kepadaMu dan kepada rasulMu.
Ia yang mengajakku melakukan kebaikan dan menghalangiku melakukan kemungkaran.
Ia juga yang menyadarkanku akan pertemuan denganMu.
Ya Allah, jangan Engkau sesatkan ia setelah pergiku,
Sampai Engkau memperlihatkan kepadanya kenikmatan yang Engkau berikan padaku,
Dan sampai Engkau meridhainya seperti Engkau meridhaiku.”

Allah pun berkata padanya: “Pergilah, seandainya engkau tahu yang Aku berikan padanya pasti engkau akan banyak tertawa dan sedikit menangis.” Lalu sahabat akrabnya itu meninggal dan ruh mereka bertemu. Terkata pada mereka, “Saling memujilah kalian pada sahabat kalian.” Dan mereka saling berucap: “Ia adalah sebaik-baik teman, sebaik-baik saudara, sebaik-baik sahabat…” Ah, alangkah indahnya perjumpaan itu. Di keabadian akhirat, dua mukmin yang bersahabat yang berjumpa dengan penuh kegembiraan. Mengesankan.

Sahabat yang disayangi Allah, semoga Allah anugerahi kita kesabaran untuk terus bersahabat di jalan kebaikan. Semoga Allah menghimpun kita dalam himpunan hamba-hamba yang diridhaiNya. Bersama, mari bersahabat hingga ke surga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s